B. The Angel -part II-


Gambar

“Kalo Dia mengizinkan maka wajah wuLinda akan muncul disela-sela cahaya rembulan..”

 

Malam itu gue melakukan ritual tersebut. Tanpa mantra, tanpa laku puasa, apalagi sampai harus ‘kungkum’ di kali segala. Di zaman modern ini laku semacam itu sudah nggak ‘up to date’. Hanya mereka yang ingin mempertahankan ‘status quo’ aja yang masih menganjur-nganjurkannya. Tujuannya agar orang lain nggak sanggup melakukan. Lalu orang-orang menganggap bahwa mereka yang mampu melakukannya adalah orang pintar atau ‘wong tou’.

 

Heumm. Belum tau mereka. Di zaman modern ini kita bisa mengoptimalkan fungsi batang otak. Di situ Tuhan memberi anugerah yang luar biasa dahsyatnya. Tinggal kita memerintah atau menanam keinginan dibatang otak tersebut, maka segala sesuatunya akan diproses dan diatur disitu. Semakin kuat kita menanam dan semakin kuat kita memerintah, maka batang otak lengkap dengan kekuatan sel-selnya yang meha dahsyat itu akan bekerja dengan sendirinya. Apapun yang akan kita lakukan akan terlaksana..

 

Sejak pagi keinginan untuk berkomunikasi dengan malaikat wuLinda telah kutanam di batang otak gue. Setiap jam gue memberi perintah, “Laksanakan..!!” Menjelang senja tanda-tanda keberhasilan sudah terasa. Kedua telapak tangan gue bergetar seperti ada kekuatan magnet yang mampu menyerap energi alam dan mengalirkan masuk kedalam tubuh gue..

 

Pukul tujuh malam purnama sudah bertengger diatas rupun bambu. Cahayanya warna kuning keemasan juga tersaput sedikit warna kemerah-merahan. Tampak sangat cantik. Pantas jika dipercayakan pada malaikat yang cantik pula. Meski malaikat tidak jelas jenis kelaminnya, namun raut wajahnya -menurut imajinasi komikus- tampak sangat feminin..

 

Gue berdiri disamping rumah. Yoyo yang sejak pagi gue genggam gue masukkin ke kantong. Pelan-pelan gue buang semua isi pikiran. Lalu konsentrasi terpusat dimata batin. “Tuhan, izinkan hamba bicara pada malaikatMu,” doa dalam hati..

 

Tiba-tiba dari arah kebun kosong disamping rumah, angin bertiup sangat kencang. Gue diam, tetap konsentrasi pada pusat mata batin. Angin bertiup bergulung-gulung seolah ingin mengangkat tubuh gue. Atap asbes berderak-derak karena menahan kekuatan angin yang akan menerbangkannya. Namun beberapa saat kemudian angin reda dengan sendirinya….

 

“Ridwan…” bisik sebuah suara.

 

“Heumm, ya?” Balas gue sambil tetap memejamkan mata. Sifat malaikat seperti mahkluk halus. Begitu dilihat dengan kasat mata, dia akan menghilang. “Apakah engkau yang diutus oleh Tuhan?” tanya gue.

 

“Aku diberi kebebasan penuh untuk pergi kemana saja dan menemui siapa saja yang bermaksud bertemu denganku”

 

“Tetapi benar kau malaikat wuLinda yang diberi tugas menjaga rembulan?”

 

“Iya”

 

“Sudah berapa abad umurmu?”

 

“Baru beberapa tahun cahaya.”

 

“Berarti sudah jutaan tahun dong?”

 

“Sejak awal jagad raya tercipta aku sudah ada,” jawab wuLinda. “Mengapa kamu ingin menemuiku? Mengapa tidak berminat menemui malaikat yang lain?”

 

“Suka-suka aku dong. Aku juga diberi kebebasan oleh Tuhan untuk berbuat apa saja. Termasuk menemui malaikat ciptaan-Nya”

 

“Ya ya ya. Kamu beruntung tau cara berkomunikasi dengan kami”

 

“Aku sudah mengajarkan kepada orang-orang, tetapi mereka tidak ada yang percaya. Dikira aku akan memanggil roh halus seperti permainan jailangkung?”

 

“Emmm, setelah bertemu denganku, kamu mau apa?”

 

“Ingin sekali aku melihat wajahmu, tetapi hal itu nggak mungkin terjadi bukan?”

 

Malaikat itu tidak langsung menjawab. Udara tiba-tiba terasa jadi sangat dingin. Telapak tanganku serasa membeku. Rasa-rasanya dia mendekati gue…

 

“Maaf…” Bisik wuLinda.

 

Gue buka mataku kucoba meraihnya.. tapi tak ada apapun dan telapak tanagn gue udah menggenggam yoyo lagi seakan nggak terjadi apapun -hanya udara terasa sangat dingin-. Sebelum menutup pintu rumah, gue lihat sebuah cahaya kebiru-biruan menuju rembulan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s